kota  

Dishub Kota Bekasi Jajaki Trans Beken Bermesin Listrik

Kota Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melemparkan nada optimis terkait pengoperasian bus Trans Bekasi Keren (Beken) sebagai salah satu kendaraan pengangkut massal warga favorit saat beraktivitas.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar saat dihubungi bekasinewsroom.com melalui sambungan telepon.

spaceiklan

Dalam kesempatan tersebut Zeno mengatakan, saat ini terdapat dua koridor bus Trans Beken yang beroperasi, yakni koridor pertama Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah dengan jumlah armada sebanyak 9 unit dengan 8 unit operasional dan 1 unit cadangan dengan panjang lintasan 29,9 kilometer dengan jumlah ritase sebanyak 6 dan 47 titik henti dengan tarif sebesar Rp4.500 per penumpang.

Lalu, untuk koridor kedua dengan rute Summarecon Bekasi-Pasar Vida dengan jumlah armada sebanyak 15 unit dengan rincian 14 beroperasi dan 1 cadangan. Dengan panjangan lintasan 36 kilometer, jumlah ritasenya sebanyak 6 dengan 62 titik henti dengan tarif sebesa Rp6.000 per penumpang.

“Setelah bertarif per 1 April 2026 kemarin, untuk koridor satu ada penurunan penumpang sebesar 37,54 persen dan koridor dua sebesar 30,62 persen. Namun, jika dilihat jumlah penumpang per harinya masuk ke dalam kategori bagus,” tegas Zeno, Kamis (23/4/2026).

Zeno juga menjelaskan, untuk fasilitas pendukung, dimana terdapat cctv, dashboard cam, AC, penumpang juga disuguhkan keamanan dan kenyamanan saat berada dalam bus Trans Beken.

“Sejumlah fasilitas pendukung operasional kendaraannya kami sediakan, agar penumpang aman serta nyaman,” ungkapnya.

Melihat animo warga Kota Bekasi terhadap penggunaan bus Trans Beken, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kemenhub terkait rencana penambahan rute bus tersebut kedepannya.

“Ada rencana untuk menambah rute bus Trans Beken, yakni rute Terminal Induk Kota Bekasi-Pondokgede via Kalimalang-Curug atau Terminal Induk Kota Bekasi-Kota Bintang. Dan hal ini sudah kami komunikasikan dengan Kemenhub terkait hal tersebut,” ujar Zeno.

Saat dikonfirmasi apakah ada rencana menggunakan bus listrik untuk Trans Beken, Zeno secara tegas menuturkan, hal tersebut sudah menjadi pertimbangan utama pihaknya dengan melihat saat ini harga BBM jenis solar yang mengalami kenaikan harga jualnya.

“Akan kami komunikasikan dengan pihak penyedia bus Trans Beken terkait penggunaan kendaraan listriknya sehingga lebih ramah lingkungan sekaligus mengedepankan prinsip efisiensi,” terangnya.

Zeno juga berharap, dengan beroperasinya moda transportasi darat bus Trans Beken, maka warga Kota Bekasi bisa beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal saat beraktivitas sehari-hari(gir).