kota  

Gandeng ICN, Pemerintah Kota Bekasi Akan Miliki Jaringan Kabel Bawah Tanah

Kota Bekasi – Kota Bekasi segera memiliki jaringan kabel telekomunikasi bawah tanah sepanjang 290 kilometer. Proyek infrastruktur digital ini resmi dimulai setelah PT Mitra Patriot menjalin kerja sama dengan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN) untuk pembangunan ducting telekomunikasi di berbagai ruas jalan.

Langkah strategis ini diambil guna mengatasi permasalahan kabel telekomunikasi yang selama ini menjuntai di udara, kerap mengganggu estetika kota, sekaligus berpotensi membahayakan pengguna jalan.

spaceiklan

Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menegaskan bahwa pembangunan jaringan ducting bawah tanah bertujuan menata infrastruktur telekomunikasi agar lebih rapi, aman, dan mendukung perkembangan teknologi digital di Bekasi.

“Kami berharap kabel-kabel yang selama ini menjuntai dapat diturunkan secara bertahap ke bawah tanah, sehingga kota menjadi lebih tertata dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” ujarnya usai penandatanganan kerja sama, Senin (20/4/2026).

David menambahkan, proyek ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, baik APBN maupun APBD. Seluruh investasi ditanggung oleh PT Infrastruktur Cerdas Nusantara sebagai mitra investor.

Dalam skema kerja sama, pembagian keuntungan ditetapkan 90 persen untuk investor dan 10 persen untuk PT Mitra Patriot. Dari porsi 10 persen tersebut, sebanyak 55 persen akan disetorkan kepada Pemerintah Kota Bekasi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara sisanya digunakan untuk pengembangan usaha.

Model kerja sama ini dinilai sebagai solusi inovatif untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur tanpa membebani keuangan daerah, sekaligus tetap memberikan kontribusi ekonomi bagi pemerintah kota.

Proyek ducting telekomunikasi ini ditargetkan rampung dalam empat tahun, mencakup 168 ruas jalan dengan total panjang 290 kilometer.

Pada tahap awal, pembangunan sepanjang 70 kilometer ditargetkan selesai dalam satu tahun pertama, yakni sekitar April 2027. Jaringan tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh berbagai operator telekomunikasi(khr).