Kota Bekasi – Menyikapi dinamika dan gonjang-ganjing politik serta sosial yang tengah melanda tanah air saat ini, sebuah seruan moral digaungkan untuk memperkuat kembali pondasi kebangsaan. Seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh agama, tokoh daerah, hingga tokoh masyarakat, diharapkan dapat melebur dalam satu sinergi besar bersama masyarakat luas untuk mengawal jalannya pemerintahan.
Kepedulian terhadap situasi terkini Indonesia ini salah satunya disuarakan oleh Ahirul Soleh. Sebagai seorang tokoh agama, penggiat masjid, sekaligus penggerak kemanusiaan, ia menangkap adanya rasa kekhawatiran sekaligus harapan besar dari masyarakat akar rumput agar kondisi bangsa bisa segera membaik.
Kepada bekasinewsroom,com, dirinya mengajak untuk merangkul pergerakan, mengembalikan tujuan bernegara. Menurut Ahirul Soleh, rasa kecewa terhadap kondisi negara saat ini adalah hal yang wajar dan manusiawi.
“Saya mengingatkan agar semua pihak tetap menggunakan kepala dingin agar emosi yang tidak beraturan tidak menimbulkan hal-hal anarkis yang merugikan bangsa sendiri,” serunya, Jumat (12/6)2026).
Ia juga mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk merangkul sektor usaha hingga gerakan mahasiswa yang selalu responsif dalam menyuarakan keadilan.
“Pergerakan dari rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat diberbagai daerah adalah gambaran nyata adanya gerakan moral yang tidak bisa ditahan. Hal ini lahir dari ketulusan emosional untuk membela hak-hak rakyat dan mengembalikan tujuan awal berdirinya NKRI. Kita harus merangkul energi ini dan mengawalnya agar tetap positif,” ujar Ahirul Soleh.
Ia juga mengingatkan untuk menjaga NKRI dimulai dari tumah dan masjid. Sebagai penggiat masjid dan penggerak kemanusiaan, dirinya menekankan bahwa komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diinisiasi dari lingkungan terkecil.
“Sinergisitas dan rasa aman harus dibangun secara berjenjang dari tingkat akar rumput,” terangnya.
Untuk itu, ia mengingatkan bahwa langkah nyata yang diserukan berupa pnguatan lingkungan terdekat: dengan mennjaga keamanan dan kenyamanan yang dimulai dari rumah sendiri, tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga tingkat kota dan negara.
Seliaim itu, kata Akhirul, optimalisasi peran tokoh dan pemuda dalam mengaktifkan kembali berbagai program kegiatan positif untuk generasi muda dengan kawalan ketat dari para ulama, tokoh daerah dan tokoh masyarakat.
“Gaungkan menolak anarkisme. Membuang jauh-jauh segala bentuk pikiran maupun tindakan yang mengarah pada pengrusakan,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap adanya sebuah kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan nyata, sehingga, tujuan akhir dari seruan sinergi ini adalah membawa Indonesia bangkit dari masa sulit.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini masyarakat mendambakan pemulihan ekonomi yang nyata, dimana kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga dengan jaminan keamanan serta kenyamanan dalam kehidupan berbangsa.
“Pengennya sih begitu, kita semua mendambakan negara yang bangkit dan sejahtera. Mari kita buang jauh-jauh pikiran anarkis, rapatkan barisan, dan bersama-sama menjaga rumah besar bernama Indonesia ini,” pungkas Ahirul Soleh(gir).






