Komunikasi Islam dalam Kepanitiaan ICOMFEST 2022

Kota Bekasi – Para mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations di Universitas Islam 45 Bekasi menghelat festival seni, lomba dan pameran karya mahasiswa di lingkungan universitas, yaitu ICOMFEST 2022. ICOMFEST 2022 berasal dari kata Islamic and Communication Festival, yang pada penghelatan tahun ini ICOMFEST 2022 mengusung tema Islamic, Art and Culture.

Kata-kata Islamic sengaja disisipkan pada tema dan nama acara ini, dengan harapan acara ini juga dapat menanamkan fungsi-fungsi komunikasi islam dan sesuai dengan visi misi UNISMA Bekasi untuk menanamkan karakter keislaman dalam diri mahasiswanya.

spaceiklan

Ternyata bukan hanya pesertanya saja yang diharapkan dapat mengimplementasikan dan menumbuhkan karakter keislaman selama acara, namun dalam internal kepanitiaan ICOMFEST 2022 pun demikian.

Salah satu implementasi komunikasi islam adalah Jidal. Secara Terminologi jidal berarti bertukar pikiran dengan cara bersaing dan berlomba untuk mengalahkan kawan dalam mempertahankan argumen.

Dalam menyelenggarakan acara ini, pihak panitia internal ternyata juga menjumpai banyak sekali perdebatan. Deshinta Puspita, selaku ketua pelaksana mengakui bahwa penyelenggaraan acara, bukan tanpa perdebatan atau pertukaran argumen masing-masing panitianya.

“Rasanya seperti harus menjadi kepala ditengah banyak kepala. Argumen-argumen panitia lainnya juga sangat kuat, sehingga memang perlu waktu untuk menyimpulkan jalan tengahnya.” ungkap setelah dikonfirmasi, Senin (18/7/2022).

“Walaupun sering terjadi, tapi memang yang ditunggu itu kan argumen-argumen teman-teman untuk opsi dalam pembuatan keputusan, yang win-win solution.” Tambahnya.

Deshinta mengakui untuk menemukan keputusan yang baik, diperlukan diskusi dan perdebatan yang sengit. Namun, jidal menurut islam memang diperlukan untuk mencari kebenaran. Karena jidal dalam al-Qur’an adalah pembuktian-pembuktian serta pengungkapan dalil-dalil yang terkandung di dalamnya, untuk dihadapkan kepada orang kafir dan mematahkan argumentasi para penentang dengan seluruh tujuan dan maksud mereka, sehingga kebenaran ajaran-Nya dapat diterima.

“Sesuai dengan tema dan nama event kami, kami memang mencoba mengimplementasikan prinsip komunikasi islam ditiap detail kegiatannya. Dalam internal kepanitiaannya pun juga demikian.” Tambah Deshinta.

Panitia ICOMFEST 2022 mengharapkan dengan berjalannya acara ini, bukan hanya untuk mengasah kemampuan mahasiswanya, namun juga untuk menumbuhkan karakter keislaman di diri mahasiswa. Sebagai generasi penerus bangsa, bangsa ini tentu akan menjadi bangsa yang besar dan hebat jika memiliki jiwa karakter islam di dalam dirinya. (Des)