Kabupaten Bekasi – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat, Puskesmas Kedungwaringin menggelar rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Tahun 2025 sekaligus koordinasi penyiapan PMT Pemulihan Berbahan Pangan Lokal. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Rapat Puskesmas Kedungwaringin pada Kamis (16/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Kedungwaringin Drg. Adrianto, M.M, serta perwakilan dari empat desa wilayah kerja puskesmas, yaitu: Desa Bojongsari, Desa Kedungwaringin, Desa Mekarjaya,Desa Karangmekar
Selain unsur perangkat desa, hadir pula para kader kesehatan dari masing-masing desa yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.
Fokus pada Pangan Lokal
Dalam arahannya, pihak Puskesmas menekankan bahwa fokus utama tahun ini adalah transisi menuju PMT berbahan pangan lokal. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada produk pabrikan, tetapi mampu mengolah sumber daya nutrisi yang ada di sekitar lingkungan rumah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Evaluasi tahun 2025 menjadi dasar bagi kita untuk memperbaiki pola distribusi dan kualitas asupan. Penggunaan pangan lokal diharapkan mampu memberikan edukasi bagi orang tua tentang menu gizi seimbang yang terjangkau,” ujar perwakilan Puskesmas dalam sambutannya.
Apresiasi dan Insentif untuk Kader Desa Bojongsari Momen menarik terjadi saat Kepala Desa Bojongsari, Mulyana Saepul Muslim, memberikan arahannya. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para kader kesehatan yang selama ini telah bekerja keras memantau tumbuh kembang balita dan kesehatan ibu hamil.
Sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah desa dalam mendukung keberhasilan program kesehatan, Mulyana mengumumkan rencana pemberian insentif bagi kader kesehatan di Desa Bojongsari.
“Kader adalah garda terdepan. Kami di Pemerintah Desa Bojongsari berkomitmen memberikan insentif sebagai bentuk motivasi agar para kader semakin semangat dalam mengawal program PMT dan memastikan tidak ada warga kita yang kekurangan gizi,” tegas Mulyana Saepul Muslim Spd.
Langkah Strategis ke Depan
Acara diakhiri dengan diskusi teknis mengenai standarisasi menu PMT berbahan lokal dan jadwal pendistribusian di setiap desa. Dengan adanya sinergi antara pihak Puskesmas, Pemerintah Desa, dan para kader, diharapkan angka kesehatan masyarakat di wilayah Kedungwaringin, khususnya dalam penanganan gizi buruk dan stunting, dapat mengalami perbaikan signifikan di tahun 2026 ini.(Lkmn)






