Polres Metro Bekasi Gelar Sabuk Kamtibmas Tanggap Cepat Hadapi Aksi Massa

Kabupaten Bekasi – Polres Metro Bekasi melaksanakan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (SISPAM MAKO) bertajuk “Sabuk Kamtibmas” pada Selasa, 6 April 2026. Kegiatan ini menggunakan peristiwa penangkapan seorang terduga pelaku peredaran obat keras jenis tramadol, inisial D, anak dari tokoh masyarakat Desa Kasmaran, Bapak Tejo, sebagai ilustrasi skenario nyata.

Meski kegiatan awal berupa apel dan perencanaan pengamanan bersifat simulasi, seluruh rangkaian latihan meniru kondisi nyata yaitu pasca penangkapan, potensi reaksi warga yang tidak menerima penangkapan D karena yang bersangkutan dikenal aktif membantu perekonomian masyarakat sekitar.

spaceiklan

Seorang tukang ojek online bernama Udin melihat sekelompok warga merencanakan unjuk rasa ke Mapolres pukul 10.00 WIB dan melaporkan rencana tersebut melalui layanan polisi 110, yang kemudian langsung diteruskan secara berjenjang kepada pimpinan, kemudian mengambil langkah-langkah simulasi pengamanan SISPAM MAKO, mulai dari deteksi dini, penempatan personel Dalmas dan negosiator, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan tim medis.

Di awali apel pagi dengan arahan pengamanan menyeluruh. Kapolres menekankan agar seluruh personel siap menghadapi berbagai skenario: menenangkan massa, mengamankan provokator, serta memastikan protokol keselamatan dan dokumentasi dijalankan secara profesional.

Pukul 10.00 WIB, simulasi unjuk rasa dimulai. Demonstrasi digambarkan berjalan damai, namun beberapa peserta mulai melempar botol dan mendorong petugas. Tim negosiator, Dalmas awal, ormas, LSM, dan Pokdarkamtibmas bertindak sesuai ploting untuk mencegah eskalasi. Saat situasi mulai anarkis, Dalmas lanjut dan Tim Patroli Presisi diterjunkan untuk mengendalikan massa. Sat Intelkam dan Humas melakukan pengamatan dan perekaman, sementara Tim Tindak menindak provokator. Konsentrasi massa berhasil dipulihkan dan situasi dapat dikendalikan. Beberapa personel yang terluka mendapat pertolongan dari tim Urkes, dan massa akhirnya membubarkan diri. Polres Metro Bekasi melakukan patroli penyisiran di lokasi kantong massa untuk memastikan keamanan.

Kabag Ops melaporkan kepada Kapolres bahwa situasi telah aman. Seluruh personel berkumpul untuk apel konsolidasi di Mako Polres Metro Bekasi, memastikan kesiapsiagaan dan koordinasi tetap terjaga.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, menegaskan, “Kegiatan SISPAM MAKO ‘Sabuk Kamtibmas’ ini menggunakan ilustrasi kasus nyata untuk melatih seluruh personel menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Simulasi ini memastikan setiap langkah pengamanan dilakukan profesional, tertib, dan humanis, sehingga masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dengan aman dan situasi tetap terkendali.”