Nyaris Punah Burung Manyar Berkembang Biak Di Wisata Kawung Tilu

Nyaris Punah Burung Manyar Berkembang Biak Di Wisata Kawung Tilu

Kabupaten Bekasi – Hewan memang menjadi salah satu hal penting dalam keseimbangan ekosistem yang ada, namun akibat ulah manusia tak sedikit menyebabkan kepunahan mereka. Salah satu binatang yang terkena imbas dari kerusakan lingkungan adalah burung, di mana banyak dari spesies mereka yang punah dan tidak terlihat kembali. Akan tetapi ada pula beberapa spesies yang diduga punah, namun ditemukan kembali atau disebut lazarus.

Pastinya kabar ditemukannya burung-burung eksotis tersebut menjadi kabar baik dan memberikan kesempatan kita untuk mencegah kepunahannya. Buat kalian yang ingin tahu apa saja spesies burungnya, salah satu burung Manyar atau dalam bahasa latinnya di sebut Ploceus philippinusm

Burung yang nyaris langka ini, kini keberadaanya dapat kita lihat di tempat wisata Kawung tilu yang berada di desa ciranggon desa Cipayung kecamatan Cikarang timur,meski keberadaan burung dengan nama latinnya Ploceus philippinusm ini berada di tempat wisata Kawung tilu, namun tidak dianggap mengganggu dan malah saat ini telah melakukan kembang biak, dengan di lihat sarangnya yang semakin banyak di tempat tersebut.

“Burung Manyar memang ada dari dulu namun dari tahun ke tahun keberadaan sudah langka dan nyaris punah,dengan adanya burung Manyar di tempat kami, akan kami jaga dan lestarikan” tutur Gunawan pengelola tempat wisata Kawung tilu.

“Di kabupaten Bekasi burung Manyar sudah tidak ada, karena burung dengan nama latin Ploceus philippinusm ini hidup di pohon yang tinggi dan berkembang biak dengan pesat,namun akibat kurangnya ruang terbuka hijau di kabupaten Bekasi menjadikan burung tersebut memang sudah punah” tambah Gunawan.

Meski saat ini pengelola wisata Kawung tilu dan komunitas cibeet kampung ciranggon belum mengetahui dan mendata keberadaan Berung Manyar di tempat tersebut,namun adanya burung tersebut menjadi kebanggan pengelola wisata dan masyarakat di tempat tersebut.

“Saat ini ada dua pohon besar yang di jadikan perkembang biakan burung Manyar,meski awalnya hanya beberapa sarang dengan berjalannya waktu kami melihat semakin bertambah dan semakin banyak keberadaannya” lanjut Gunawan.

“Kedepannya saya bersama dengan komunitas cibeet berencana akan menjaga dan melestarikan keberadaan burung Manyar,selain menjaga habit burung langka tersebut, juga menjadi kebanggan bagi warga di tempat tinggal kami”tandes Gunawan(Hari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *