Kabupaten Bekasi – Penerimaan Peserta Didik Baru / SPMB di sekolah dasar negeri Kabupaten Bekasi dilaksanakan secara serentak. Namun,puluhan orang tua di Desa Jaya Sampurna belum mendapatkan kepastian anaknya diterima di SD negeri.
Puluhan orang tua yang sebagian besar tinggal di Perumahan Grand Cikarang Village mendatangi Kantor Desa Jaya Sampurna untuk menyampaikan keluhannya.
Kepala Desa Jaya Sampurna, Muksin, menerima para orang tua tersebut. Ia menjelaskan, daya tampung SD Negeri Jaya Sampurna terbatas.
“Di SD Negeri Jaya Sampurna 03 ada 95 murid, dan di SD Negeri Jaya Sampurna 02 ada 200 orang yang ditolak,” ujar Muksin.
Muksin berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera mengambil kebijakan agar warga Desa Jaya Sampurna bisa memperoleh pendidikan di sekolah yang ada di desanya.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Pranoto, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan ini ke Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan / BBPMP Jawa Barat agar mendapat penambahan kuota. Hal ini disampaikan setelah pihaknya mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa Jaya Sampurna.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan kepala desa dan kepala sekolah,” kata Pranoto.
Pranoto menambahkan, sebelum SPMB dilaksanakan, pihaknya telah melakukan pendataan secara komprehensif mengenai jumlah siswa dan jumlah sekolah di Kabupaten Bekasi.
“Tidak bisa dipungkiri, di beberapa tempat memang terjadi ketimpangan antara jumlah pendaftar dengan daya tampung sekolah,” ujarnya.
Pranoto berharap agar semua anak bisa mendapatkan pendidikan di SD, baik negeri maupun swasta. Pihaknya tetap akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi(red).






