kota  

Aksi Demontrasi Bayaran Terhadap Paslon RIDHO, Hanya Upaya Untuk Meruntuhkan Elektabiltas RIDHO

Penulis: Akmal Fahmi

Pengamat kebijakan publik, Akmal Fahmi, menilai, akan muncul kembali gerakan aksi demonstrasi bayaran, yang akan dilakoni kelompok tertentu, sebagai upaya menurunkan tingkat elektabilitas Tri Adhianto yang kian hari terus meroket.

spaceiklan

Sebelumnya Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, merilis hasil survey pada 19 September 2024 pilkada kota bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe, RIDHO, elektabilitasnya mencapai 51,6 prosen. Heri Koswara dan Sholihin, RISOL 30,2 prosen, sementara pasangan Uu Saeful Mikdar dan Sumarheni, hanya mampu mencapai 4,8 prosen.

Dengan melihat hasil survey tersebut, wajar andai gerakan demontrasi bayaran yang akan terjadi, diprediksi bertujuan hanya untuk menjatuhkan elektabilitas Paslon RIDHO

Akmal, berasumsi, Tri Adhianto sebelum direkomendasikan Oleh DPP PDIP saja, telah terus didera gelombang fitnah berupa upaya ujaran kebencian, hoaks, hingga aksi demo masif.
Walau demikian, upaya-upaya miring tersebut tidak mampu merusak elektabiltas Paslon RIDHO, bahkan, sosok Tri Adhianto kian melekat di hati masyarakat Kota Bekasi.

Idealnya, sebagai pelakon di era demokrasi seperti sekarang ini. Menurut Akmal, baik kelompok maupun perorangan yang hendak memprakasai suatu aksi demo, selain telah dijamin oleh undang undang, tentunya sepanjang itu sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan.
Namun, yang terpenting adalah tuntutannya harus disertai dengan bukti dan fakta hukum yang cukup, bukan sekedar aksi brutal yang menyebar fitnah dan Hoax, untuk menjatuhkan seseorang demi kepentingan politik dan raupan sedikit cuan semata. Layaknya, gerombolan serigala liar yang melolong di tepi kota, dan lolongannya akan mengema kembali ke dalam hutan. Konyol, tanpa hasil….
Penulis adalah Seorang Pengamat Kebijakan Publik.