Kota Bekasi – Usai Viral di media sosial terkait keluhan sejumlah pemenang lomba Game Mobile Legend Piala Sholihin, yang belum juga menerima hadiah dari pihak panitia penyelenggara selama dua tahun. Walau akhirnya para pemenang mendapatkan haknya. Tak urung, viralnya masalah tersebut telah menuai opini miring dari warga netizen dan aktivis mahasiswa.
Ketua Umum Gernaksi atau Gerakan Mahasiswa Bekasi, Genta, mengatakan, sangat prihatin hak pemenang Lomba Mobile Legend Piala Sholihin barulah dipenuhi setelah viral terlebih dahulu.
Bahkan, Genta, menyayangkan, masih adanya pihak yang beranggapan kasus tersebut adalah isu recehan politik, yang sengaja diviralkan pihak tertentu jelang Pemilukada Kota Bekasi. Namun, isu recehan tersebut akhirnya terpaksa diselesaikan juga, karena bisa berdampak pada reputasi buruk terhadap sosok Sholihin, yang saat ini menjadi Bakal Calon Wakil Wali Kota Bekasi di Pemilukada November 2024 mendatang.
“Sekarang Sholihin berjanji akan memberikan bantuan dana kepada ketua RW se-Kota Bekasi senilai Rp 500 juta per-RW, jika kelak dirinya berhasil terpilih menjadi wakil walikota, tapi tersandung dengan yang dianggap isu recehan berupa janji pemenang turnamen Mobile Legend yang baru dibayar dua tahun lebih,” ungkap, Genta, dalam pernyataannya, Jumat, 30/8/2024.
“Bagaimana mau menjalankan solusi kongkret memberikan bantuan terhadap para RW sebesar Rp 500 juta, jika hal kecil yang dianggap recehan baru bisa diselesaikan dua tahun lebih?,” tanya Genta pesimis.
Genta,menduga, ada agenda terselubung dibalik janji politik tersebut. Apapun itu, yang pasti hanya akan menguntungkan segelintir orang dalam kelompok tertentu, yang biasanya kerap mengumbar janji palsu.
“Jika kebenaran dan kejujuran yang seharusnya menjadi pilar utama dalam pemerintahan, sering kali dikorbankan demi ambisi kekuasaan. Para politisi Kota Bekasi yang korup tidak jarang menjadi pengkhianat bangsa, menjual kepentingan rakyat demi keuntungan pribadi dan golongan,” tegas Genta.
Sedangkan, Adiran, salah seorang pemenang lomba mobile legend, yang dipanitiai oleh salah satu anak cabang partai PPP, Angkatan Muda Kabah atau AMK itu, mengaku, merasa senang seusai menerima hadiahnya, walau terpaksa harus menunggu selama dua tahun.
Hadiah bagi para pemenang lomba diserahkan langsung oleh ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin, di kantor sekretariat DPC partai tersebut, Kamis, 29/08/2024 kemarin.
“Terimakasih kepada DPC PPP Kota Bekasi akhirnya mau bertanggung jawab, tapi kami tetap merasa kecewa persoalan ini harus viral dulu di media sosial sehingga harus menunggu perhatian khusus dari pihak terkait,” tegas Adrian.
Di satu sisi, Adrian, mengaku sangat merasa kecewa dan dirugikan, karena dirinya diklaim secara sepihak, telah menjadi bagian dari tim pendukung pemenangan kubu Sholihin, di kontestasi Pilkada serentak Kota Bekasi yang akan datang.
“Saya datang kesana dengan peserta juara Mobile Legend lainnya, hanya menagih hak kami dibayarkan tidak ada kata-Kata lain untuk dukung mendukung salah satu calon.” Gerutuknya kesal, kepada BekasiNewsroom yang mewawancarainya(dy).






