Kota Bekasi – Bergulirnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bekasi mendapatkan perhatian khusus dari salah seorang anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Wildan Fathurrahman.
Tegas ia mengatakan, setiap tahun SPMB menjadi momentum yang sangat krusial karena menyangkut hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.
Oleh karena itu, pelaksanaan SPMB diharapkan jangan sampai adanya gangguan, seperti gangguan server yang kembali terjadi tentu menjadi evaluasi serius.
“Ke depan, Dinas Pendidikan harus memastikan kesiapan infrastruktur digital, melakukan uji coba sistem secara menyeluruh, menyiapkan server cadangan serta menyediakan layanan bantuan yang responsif agar masyarakat tidak dirugikan.
Di sisi lain, dirinya juga mengimbau kepada para orang tua agar tidak menunggu di detik-detik terakhir saat melakukan pendaftaran, melengkapi seluruh dokumen sejak awal serta mengikuti informasi resmi dari Dinas Pendidikan agar proses berjalan lebih lancar.
“Saya juga mengimbau agar memantau informasi resmi dari Disdik Kota Bekasi agar semua prosesnya berjalan lancar,” imbau Wildan.
Dirinya juga menyoroti banyaknya calon siswa peminat SMP negeri di Kota Bekasi. Karena latarbelakang tersebut, saat ini kerap terjadi kebutuhan masyarakat terhadap SMP negeri memang masih lebih besar dibandingkan daya tampung yang tersedia.
“Artinya, secara objektif kapasitas sekolah negeri belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh lulusan SD setiap tahunnya. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi perlu memiliki roadmap jangka panjang, baik melalui pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas, maupun pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah,” paparnya.
Untuk itu, kata Wildan, DPRD Kota Bekasi tentu akan mendorong agar kebijakan tersebut mendapat dukungan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah.
“DPRD Kota Bekasi tentunya akan mendorong kebijakan yang tentunya sesuai engan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya melanjutkan.
Selain itu, dengan adanya program rintisan sekolah swasta gratis (RSSG) di Kota Bekasi, dirinya sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi yang mulai menjalankan program tersebut sebagai bentuk perluasan akses pendidikan.
“Program ini dapat menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat sekaligus mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah negeri. Dan kepada para orang tua, saya mengimbau agar tidak hanya berorientasi pada status negeri atau swasta. Yang terpenting adalah kualitas pembelajaran, karakter dan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan anak. Selama sekolah tersebut telah memenuhi standar pendidikan dan masuk dalam program pemerintah, tidak perlu ragu untuk memanfaatkannya,” pesan Wildan.
Harapan kami, dengan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, seluruh anak di Kota Bekasi dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala keterbatasan daya tampung.(Gir).






