Kota Bekasi – Pelaksanaan Muscab serentqk DPC PAN se-Kota Bekasi, memunculkan 4 formatur calon ketua DPC PAN Bekasi Timur. Dimana 3 calon berpotensi menjadi kandidat terkuat dimana salah satunya akan ditunjuk sebagai Ketua Formatur secara aklamasi oleh DPW PAN Jawa Barat.
Salah seorang kader partai mengatakan, kegiatan Muscab ini sebagai salah satu perpanjangan Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bekasi yang menalmpilkan kader terbaiknya serta memunculkan 4 formatur calon DPC Bekasi Timur yang siap mengadu program dan memunculkan 3 formatur calon DPC menjadi yang terkuat, diantaranya:
Junaidi. Sebagai Kader BM PAN. Sebelumnya pngurus ranting Arenjaya.
Novianto Kusuma Wardana (Anto). Juga sebagai kader PANDAWA PAN Sebelumnya pngurus DPC PAN Bekasi Timur.
Derry Prabela. Caleg PAN Tahunq 2024.
Dari ketiga formatur calon DPC tersebut, saat ini mereka masih memperebutkan kepercayaan anggota di organisasi yang diikutinya.
“Mereka bertiga masih adu program dan gagasan untuk memajukan organisasi yang mereka jalankan saat ini,” ujar salah seorang pengurus DPC Bekasi Timur, Sabtu (4/7/2026).
Lanjut dia menjelaskan, ketiga formatur terkuat calon DPC tersebut, selain memiliki kapasitas dalam memimpin, mereka juga berjuang tanpa pamrih untuk memajukan organisasi di partainya tersebut.
“Mereka bertiga berjuang tanpa pamrih untuk memajukan organisasi serta partai mereka,” katanya menambahkan.
Selain itu, sebagai salah satu ujung tombak partai, ketiga kandidat tersebut juga memiliki visi serta misi yang bersentuhan langsung untuk warga dan hal ini juga sejalan dengan amanat partai PAN.
“Yang perlu diketahui bahwa selain program, visi dan misi mereka juga bersentuhan langsung dengan warga dan hal ini sejalan dengan amanat partai,” tegasnya.
Ia pun berharap dari ketiga formatur terkuat calon DPC Bekasi Timur tersebut, nantinya akan melahirkan program yang bukan hanya mampu mengayomi saja, tetapi memiliki bukti nyata dalam membangun organisasi serta partai PAN itu sendiri, sehingga adu kuat program yang digulirkan dalam organisasi, bisa sejalan dengan mekanisme kompetisi demokratis yang sangat krusial.
“Semoga kontestasi ini berfokus pada adu gagasan, visi taktis, dan solusi konkret untuk membesarkan organisasi,” tukasnya(gir).






