Kabupaten Bekasi – Perayaan Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Lapangan Persema, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (15/6/2026) malam, tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan dan mempererat silaturahmi warga. Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat itu juga membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Sejak sore hingga malam hari, kawasan Lapangan Persema dipadati warga yang mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pawai obor, penampilan hadroh, hingga tausiyah keagamaan.
Antusiasme masyarakat tersebut turut menghidupkan aktivitas ekonomi warga melalui puluhan lapak UMKM yang berjejer di sekitar lokasi acara.
Berbagai produk makanan, minuman, jajanan tradisional, hingga aneka kebutuhan masyarakat dijajakan para pedagang yang memanfaatkan momentum perayaan Tahun Baru Islam untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Sekretaris Desa Gandasari, H. Rembang Susanto, mengatakan keterlibatan UMKM dalam perayaan malam 1 Muharram memang menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Ya, memang ini salah satu kegiatan setahun sekali. Betul untuk peningkatan ekonomi masyarakat di sini tentunya, biar adanya suatu pendapatan,” kata H. Rembang Susanto saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, setiap pelaksanaan perayaan Tahun Baru Islam, Pemerintah Desa Gandasari selalu memberikan ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk berjualan dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang.
Ia menyebutkan, pada perayaan Tahun Baru Islam tahun ini terdapat sekitar 40 pelaku UMKM yang terlibat dan seluruhnya merupakan binaan Pemerintah Desa Gandasari.
“Alhamdulillah untuk yang datang kurang lebih ada 40-an UMKM kita di Desa Gandasari. Itu untuk mendongkrak pemberdayaan masyarakat di sekitar Gandasari. Dan UMKM tersebut memang berada di bawah naungan desa, menjadi bagian dari pembinaan Desa Gandasari sendiri,” ujarnya.
Ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara menjadi peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.
Tidak sedikit warga yang datang bersama keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja sambil menikmati rangkaian kegiatan keagamaan.
Pemerintah Desa Gandasari berharap kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan warga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sebelumnya, perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Gandasari diawali dengan pawai obor yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.
Cahaya obor yang menyala sepanjang rute pawai menciptakan suasana meriah dan menjadi simbol semangat persatuan masyarakat.
Kepala Desa Gandasari, Midik Prabowo, menegaskan perayaan tahun ini mengusung tema “Gandasari Bersatu” sebagai wujud semangat kebersamaan dalam membangun desa yang lebih maju.
Selain menjadi tradisi tahunan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Dengan memadukan kegiatan keagamaan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, perayaan Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Gandasari menjadi bukti bahwa tradisi lokal dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat(biz).






