Kabupaten Bekasi – Persoalan limbah peternakan yang selama ini kerap menjadi titik ketegangan antara pelaku usaha dan masyarakat lingkungan sekitar kini mendapatkan solusi melalui pendekatan yang inovatif. Diky Purnama Sidik, seorang pengusaha muda, berhasil membuktikan bahwa residu peternakan bukan merupakan akhir dari sebuah siklus produksi, melainkan awal dari rantai nilai ekonomi baru.
Melalui unit usaha Supplier Pupuk Kandang Bio Mass, Diky menerapkan sistem manajemen limbah yang terukur. Ia bertindak sebagai integrator yang mengambil alih beban pengelolaan residu dari para peternak, memastikan lingkungan tetap higienis, dan pada saat yang sama, mengonversi limbah tersebut menjadi produk organik berkualitas tinggi yang terserap di sektor industri.
“Persoalan lingkungan di tingkat akar rumput membutuhkan solusi yang aplikatif, bukan sekadar regulasi. Kami mengintegrasikan manajemen limbah ke dalam ekosistem bisnis agar peternak bisa fokus berproduksi tanpa harus menyisakan masalah bagi lingkungan sekitar,” ujar Diky saat membahas model bisnis yang ia jalankan.
Ia menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab pengusaha terhadap wilayahnya. “Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang mampu memitigasi dampak negatif lingkungannya sendiri. Kami mengubah potensi polusi menjadi aset ekonomi yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” tambahnya.
Ketajaman insting Diky dalam membaca pasar menempatkannya pada posisi yang unik di sektor agribisnis lokal. Berbekal pengalaman manajerial dari Astra Group, ia membawa metodologi yang jauh dari praktik konvensional. Diky membedah rantai pasok dengan efisiensi tinggi, memastikan setiap kilogram limbah yang dikelola memiliki alur distribusi yang jelas dan bernilai ekonomi.
Pendekatan ini sekaligus menjadi antitesis bagi pola bisnis yang mengabaikan ekosistem. Diky membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi rumit, melainkan keberanian untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda—bahwa di balik keresahan masyarakat akan polusi, terdapat ceruk pasar yang mampu menggerakkan ekonomi desa.
Kiprah Diky kini menjadi rujukan bagi regenerasi pengusaha muda di Bekasi. Ia berhasil menampilkan citra pengusaha yang visioner, solutif, dan memiliki kepekaan tinggi dalam menyelaraskan kebutuhan ekonomi dengan standar kualitas lingkungan hidup yang baik.
Di tangannya, masalah kotoran ayam yang menahun berhasil diselesaikan dengan presisi dan memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi serta kebersihan lingkungan(dis).






