Warga Lemah Abang Berduka Air Kali Menghitam

130

Warga Lemah Abang Berduka Air Kali Menghitam

Kabupaten Bekasi – Sumber Mata Air yang kerap di gunakan warga kembali Tercemar, Pencemaran air sepertinya sudah tidak bisa dianggap sepele lagi karena air sebagai sumber kehidupan manusia yang sangat vital. Namun sayangnya menjaga sungai sebagai sumber mata air agar tetap lestari masih minim dilakukan oleh semua pihak.

Hal inilah yang terlihat di kali saluran irigasi PJT II di Desa Waluya, Lemah Abang, Cikarang Utara airnya hitam dan berbau. Sepintas warga yang melihatnya langsung menutup hidungnya, itu bagi mereka yang baru sekali melintas. Namun bagi masyarakat disana sudah bukan hal yang aneh jika air irigasi berbau dan hitam.

Bagaimana pendapat Suara Masyarakat setempat Rakyat..???? menyikapi hal ini, terlebih Desa Waluya merupakan kampung halaman Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan Lurah Dedi serta Anggota Dewan Dapil 6 Dr. Asep, yang seharusnya diberikan perhatian yang serius terkait hal ini.

“Memprihatinkan sekali kondisi sungai hitam dan berbau dibiarkan ternyata lokasinya tak jauh dari tempat tinggal Bupati, Lurah, serta Anggota Dewan Dapil 6 Cikarang Utara, Bagaimana kalau lokasinya jauh dari tempat tinggal beliau yang tak nampak di depan mata,” ucapnya salah satu Warga Waluya prihatin.

Warga menyayangkan kondisi sungai yang diduga tercemar limbah pabrik yang ada disepanjang saluran irigasi PJT II Desa Waluya tak ada upaya penangganan secara serius dari Pemkab. Bekasi.

“Tindak tegas aja oknum yang bermain. Siapa saja baik oknum penguasaha atau oknum ASN yang tak bisa kerja atasi pencemaran sungai agar masyarakat melihat bukti slogan Bekasi Baru dan Bekasi Bersih benar diterapkan,” ucap salah satu Warga Waluya kritis.

Seluruh warga Waluya pun meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, segera menelisik segala bentuk perizinan pabrik – pabrik yang ada sekitar saluran PJT II tersebut, apakah sudah memenuhi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan Undang Undang Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebelum dialirkan ke aliran saluran irigasi PJT II tersebut,tandasnya.

Ironisnya bagi masyarakat di sana kondisi air yang hitam dan berbau nampaknya sudah terbiasa mereka saksikan dan warga pun terpaksa memanfaatkan air sungai tersebut untuk keperluan sehari – hari lantaran tidak ada sumber mata air bersih untuk di gunakan setiap hari

Salah satu warga Desa Waluya Cikarang Utara mengakui jika dirinya terpaksa mempergunakan air irigasi Lemah Abang PJT II karena tidak adanya air jernih yang bisa dikonsumsi setiap hari

“Musim kering sampai – sampai air sumur tidak keluar yang ada cuma boros arus listrik saja. Jadi saya terpaksa gunakan air irigasi ini untuk cuci baju dan ngepel rumah walau pun agak bau dan hitam,” ucapnya(khr)

Bekasi Newsroom 2 Tahun