Kejari Kabupaten Bekasi Berhasil Amankan Uang Kerugian Negara lebih Dari 1 miliar

116
iklan bnk kabupaten bekasi

Kejari Kabupaten Bekasi Berhasil Amankan Uang Kerugian Negara lebih Dari Rp1 miliar.

Kabupaten Bekasi – Kejaksaan Negeri Cikarang Kabupaten Bekasi menerima uang kerugian negara dalam kasus korupsi dana desa tahun anggaran 2016 ,yang menjerat salah satu kepala desa yang berada di kabupaten Bekasi

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Mahayu Dian Suryandari mengatakan”pengembalian uang berasal dari kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Karang Asih Tahun 2016 dengan terdakwa Asep Mulyana Bin Ismail yang menjabat kepala desa saat itu”tuturnya.

“Kita naikkan kasus ini ke penuntutan pada bulan Desember 2019, waktu itu sebagaimana yang disampaikan ke media bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia,” ungkap Mahayu sapaan akrab Kepala Kejari Kabupaten Bekasi.

Dijelaskan Mahayu, terdakwa sudah dua kali menyerahkan uang kerugian negara atas kasus korupsi yang diperbuat. sebelumnya yang bersangkutan sudah menitipkan uang sebesar Rp100 juta saat proses penyidikan.

“Hari ini terdakwa kembali menitipkan uang sebesar Rp1.035.697.650 dari total kerugian negara sebesar Rp1.135.697.650. Dengan demikian seluruh kerugian negara sudah dikembalikan, maka akan cepat bagi jajarannya memudahkan dalam melakukan eksekusi terhadap uang pengganti, sehingga yang bersangkutan tinggal menjalankan pidananya saja nanti,” bebernya.

Mahayu juga memberi penegasan pada seluruh kepala desa di Kabupaten Bekasi untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten agar tidak tersandung kasus hukum.

Hal senada juga disampaikan, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa, menurutnya pengembalian uang kerugian negara akan menjadi pertimbangan pihaknya dalam memutuskan tuntutan pidana bagi terdakwa.

“Minggu depan agenda sidangnya pembacaan tuntutan, karena yang kita angkat di sini adalah APBDes, jadi keseluruhan tidak fokus kepada satu kegiatan,” ulasnya.

Tindak pidana korupsi yang melibatkan terdakwa bersumber dari APBDes Karang Asih Tahun Anggaran 2016 senilai Rp3 miliar. Kemudian dari hasil penghitungan BPK didapati kerugian negara mencapai Rp1,1 miliar.

“Kerugian negara itu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terdakwa, dan hari ini beliau menyerahkan atau menitipkan uang tersebut,” ujarnya.

“Pengembalian ini akan menjadi satu pertimbangan untuk meringankan terdakwa. Seperti yang saya bilang tadi, korupsi bukan lebih kepada pidana tetapi pengembalian aset-aset kepada nagera. Uang tersebut dititipkan ke Bank Mandiri melalui Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Dakwaan tidak mungkin berubah, pasal 2, pasal 3, dan pasal 9,” ujarnya lagi(Lutfi).

Bekasi Newsroom 2 Tahun