Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Di Tambun Bekasi

0
Iklan Dalam Artikel

Densus 88 gledah Menangkap Terduga Teroris Di Tambun Bekasi

Kabupaten Bekasi-Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris di kp Rawa kalong Tambun, Kabupaten Bekasi.

Proses penggeledahan itu berlangsung mulai sekitar pukul 14.30 WIB dan selesai sekitar pukul 15.40 WIB. Pada Minggu (13/10/10).

Awal penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan di RT 02 RW 04, Nomor 88, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Iklan dalam artikel

Aparat kepolisian mengetuk pintu rumah kontrakan tersebut,akan tetapi tak kunjung dibuka. Hingga akhirnya dilakukan pendobrakan pintu rumah kontrakan tersebut

Proses penggeledahan itu berlangsung mulai sekitar pukul 14.30 WIB dan selesai sekitar pukul 16;00 WIB.

Di dalam kontrakan tidak ada seorangpun,Akan tetapi ditemukan sejumlah barang seperti buku bacaan terkait Jihad, Khilafah maupun buku bergambar lambang bendera hitam bertuliskan tauhid, dan barang bukti lainya seperti surat Kartu Keluarga ( KK), paku, lakban.

tak jauh dari lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di kp Rawakalong, seorang pemuda HN terduga teroris di tangkap Densus 88 di perumahan Alamanda Rigenxi.

Terduga teroris HN di tangkap hendak pulang ke rumahnya, di ketahui warga pria tersebut kesehari harianya bekerja sebagai ojek online, namun naas sebelum sampai sekira seratus meter dari rumahnya tim Densus 88 menangkap terduga teroris tersebut dan langsung diamankan ke Polda Metro Jaya.

“Menurut kapolsek Tambun Selatan Kompol Siswo terduga teroris ini masuk dalam kelompok ABU ZEE dan ABU RARA pelaku penusukan Mentri Polhukam Wiranto.”

“Terduga teroris ini menghuni rumah kontrakan ini kurang lebih dua bulan, dan tidak pernah bergaul dengan masyarakat setempat, pekerjaannya tidak menentu kadang ngojek online dan sering pulang malam, barang bukti sudah diamankan Densus 88.”ungkap Siswo

“Lebih lanjut Siswo menghimbau kepada masyarakat, terutama Rt dan Rw saling berkoordinasi kepada pihak kepolisian, dan mendata kepada orang yang baru mengontrak di wilayahnya,”

Selanjutnya menurut Rt setempat Ahmad Qurtubi “selama ini saya tidak tahu belum ada laporan ke saya, dia belum sempat melapor,dan tinggal di kontrakan ini bertiga, istri dan anaknya selama dua bulan.”

“Adapun kesehari harianya selalu pulang malam dan berpenampilan ojek online, dan kehidupannya biasa aja dan tidak pernah bergaul dan dia lewat lewat saja”.terang Qurtubi

Qurtubi juga menjelaskan waktu didalam rumah kontrakan bersama aparat kepolisian saat menyaksikan penggeledahan terlihat biasa saja cuma keadaanya berantakan, kalau yang di amankan saya tidak tahu, tapi saya melihat buku buku yang bergambar isis dan tidak tahu isinya,

“Saya juga tidak tahu mereka pindahan dari mana, kalau dilihat dari kartu keluarganya sih dari Jakarta, atas namanya Noval kalau nama istrinya saya tidak kenal”.tutur Rt Qurtubi.( khr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here