kota  

Simulasi Gempa,Ratusan Siswa SDS GPM School Bekasi Berhamburan Keluar Sekolah

Oplus_131072

Kota Bekasi – Ratusan siswa Sekolah Dasar Swasta (SDS) GPM School Bekasi berhamburan keluar kelas. Mereka mengenakan buku untuk melindungi kepala dan berjalan teratur mengikuti arahan guru hingga menuju titik kumpul. Hal ini merupakan bagian dari mitigasi gempa yang diajarkan kepada siswa kelas 1-6 sekolah tersebut dalam dalam hal mengantisipasi terjadinya gempa di lingkungan sekolahnya.

Kepala SDS GPM School Bekasi, Clara Renawati menuturkan, simulasi kegempaan yang dilakukan terhadap siswa di lingkungan sekolahnya, tidak lain untuk mempersiapkan mereka ketika bencana gempa menimpa lingkungan tempat mereka belajar.

spaceiklan

“Edukasi kegempaan ini sebagai proses pembelajaran bagi siswa kami. Manakala terjadi musibah gempa, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri,” terang Clara, Jumat (24/7/2026).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, simulasi kegempaan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan di lingkungan sekolahnya dengan materi kegempaan dari guru di lingkungan SDS GPM School itu sendiri.

“Pemberi materi dan prakteknya oleh guru kami berdiri. Dimana sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan mitigasi gempa dari Basarnas,” tambahnya.

Untuk simulasi tersebut, SDS GPM School Bekasi sudah melaksanakannya sejak tahun ajaran kemarin. Dan pada kegiatan simulasi gempa kali ini, para siswa kembali diedukasi terkait tatacara melindungi kepala saat terjadi gempa, berlindung dibawah meja, bagaimana siswa menuju ke titik kumpul, membunyikan sirine gempa dan beberapa instruksi saat terjadi gempa.

“Sejumlah hal teknis kami ajarkan kepada mereka, sehingga mereka nantinya tidak panik saat gempa terjadi,” paparnya lebih lanjut.

Di tempat yang sama, salah seorang guru yang juga penanggungjawab tanggap darurat, Devi Oktavia menjelaskan, simulasi gempa yang dilaksanakan di lingkungan sekolahnya tersebut, memiliki sedikit kendala berupa terdapatnya anak berkebutuhan khusus, sehingga ketika mendengar sirine atau adanya keramaian, siswa tersebut terlihat panik.

“Kendala pasti ada dan Alhamdulillah bisa kami atasi semuanya dengan sangat baik,” singkatnya.

Devi mengungkapkan, bahwa simulasi gempa tersebut akan rutin dilakukan setiap bulannya terhadap siswa.

“Simulasinya rutin kami lakukan setiap bulannya,” tukasnya(gir).