Kepala Sekolah SDIT Atssurayya Septiana Usung Visi Pendidikan Progresif dan Terjangkau

Kepala Sekolah SDIT Atssurayya, Septiana.

KABUPATEN BEKASI – SDIT Atssurayya memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SDIT Atssurayya, Septiana. Sosok ini dikenal aktif sebagai Ketua Bidang Advokasi Dewan Pendidikan Kabupaten Bekasi sekaligus pengurus harian Forum Dewan Pendidikan Indonesia (FDPI Nasional). Ia hadir dengan semangat juang, optimisme, serta visi kuat untuk memajukan dunia pendidikan.

Dalam pernyataannya, Septiana menegaskan bahwa pendidikan berbasis Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) harus progresif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan fondasi nilai agama.

spaceiklan

“Fondasi agama harus dimulai sejak dini di sekolah dasar. Jangan hanya karena gratis, sekolah 2-3 jam sudah merasa cukup. Nantinya anak-anak akan tertinggal. Pendidikan harus serius dipersiapkan, karena ini menyangkut masa depan bangsa,” tegas Septiana, Jumat (5/9/2025)

Menurutnya, penerapan model Full Day School di SDIT Atssurayya menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Dengan durasi belajar yang lebih panjang, siswa tidak hanya memperdalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dibiasakan dengan adab, karakter Islami, serta keterampilan abad 21.

Septiana juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak harus selalu identik dengan biaya mahal. SDIT Atssurayya berkomitmen menjaga keterjangkauan biaya pendidikan melalui kolaborasi anggaran: memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat, ditambah kontribusi wali murid melalui SPP dan sumbangan yang dikelola secara transparan.

“Di sekolah ini kami ingin memastikan bahwa keterjangkauan biaya adalah hal mutlak, tanpa harus mengesampingkan kualitas pembelajaran. Pendidikan yang baik harus bisa diakses semua kalangan,” tambahnya.

Dengan kepemimpinan visioner dari Kepala Sekolah SDIT Atssurayya, Septiana optimistis sekolah akan terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang ramah anak, berwawasan lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Perpaduan nilai adab dan ilmu, ditopang program pembelajaran progresif, diyakini akan menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman.