Kabupaten Bekasi – Puluhan warga di Cikarang Selatan diduga keracunan, mengalami mual-mual, hingga diare usai menyantap nasi kotak dalam acara Walimatus Safar disalah satu rumah warga yang akan berangkat ibadah haji, pada Minggu (12/6/2022).
Menurut Aldi (25), warga Perumahan Villa Mutiara Cikarang 1, RT 016 RW 07, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku dirinya bersama puluhan warga lainnya mengalami mual-mual, sakit perut, dan diare setelah menyantap nasi kotak.
“Awalnya itu saya makan gak ada kerasa apa-apa, tapi malamnya itu baru terasa mual, perut melilit, buang air terus-terusan sampai sekarang,” ujar Aldi, Rabu (15/6/2022).
Kepala Desa Ciantra, Mulyadi Fernando mengungkapkan pihaknya mengaku mendapatkan laporan dari ketua RT setempat, bahwa ada puluhan warganya yang mengalami mirip gejala keracunan makanan usai menyantap menu nasi kotak dalam sebuah acara yang diselenggarakan salah satu warga.
“Kita dapat laporan, ada warga yang mual-mual, sakit perut dari hari Senin itu terus bertambah, maka kami koordinasikan dengan Puskesmas dan Dinas terkait untuk menyelediki penyebab sebenarnya,” kata Kepala Desa yang akrab disapa Bang Bule itu kepada awak media.
Mendapatkan laporan terkait adanya sebanyak 37 warga yang mengalami gejala diduga akibat keracunan makanan tersebut, Kepala Puskesmas Sukadami dr Adi Pranaya, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan yang ada.
“Pendataan pada pagi hari tadi kami lakukan pemeriksaan kembali yang terdata adalah sebanyak 29 orang di perumahan Villa Mutiara Cikarang, dengan kondisi sebagian besar sudah mendapatkan pengobatan semalam,” ujarnya.
“Relatif sudah lebih baik dan akhirnya tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit dengan kondisi yang parah, namun beberapa kondisinya masih lemas,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Adi mengatakan selain pemeriksaan kesehatan warga, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan yang dipesan dari 3 warung makan berbeda dalam peneyediaan nasi kotak dalam acara tersebut.
“Di sini kita memeriksa sampel, yaitu ayam bakar dan juga kentang yang masih tersisa dari acara halal bihalal pada hari minggu, dari hasil pemeriksaan saat ini adalah on side borax dan formalin, dan keduanya baik ayam bakar dan kentang tadi keduanya tidak mengandung borax dan formalin.” ungkapnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan dilokasi, sampel tersebut juga akan dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labskesda) Kabupaten Bekasi. Menurut Adi, hal tersebut dilakukan guna memastikan adanya bakteri dalam menu makanan nasi ayam bakar yang diberikan pemilik rumah kepada warga yang menghadiri acara tersebut.
“Juga akan mengambil sampel air yang digunakan oleh tempat-tempat warung nasi tersebut.” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, untuk sementara dipastikan keluhan warga disebabkan adanya kontradiksi makanan yang dimakan oleh warga dengan kondisi tubuhnya.
“Pertama diperkirakan karna ada, pasti tidak kecocokan antara yang dikonsumsi dan efeknya terhadap tubuh, dan dikarnakan ini bersifat massal maka tetap ini jadi perhatian karna berada dari suatu acara sebelumnya.” tutupnya(Rafi).






